RSS

Jadi Penulis? Why Not?

14 Apr
Jadi Penulis? Why Not?

Menulis bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Menjadi seorang penulis juga tidak harus berangkat dari kepribadian berbakat menulis. Sebenarnya pekerjaan menulis itu susah-susah gampang. Sesuatu yang kita lakukan terlihat sulit ketika kita akan memulainya. Banyak orang yang mempunyai ide untuk menulis, tetapi bingung ketika akan memindahkannya ke dalam karangan. Pertanyaan-pertanyaan yang seringkali muncul adalah; Tulisan ini nanti jadinya bagus tidak ya? Bagaimana kalau hasilnya jelek? Bagaimana kalau nanti tulisan ini diejek oleh orang lain?Bagaimana kalau tulisan ini tidak sesuai dengan tata bahasa dan ejaan yang berlaku? Kalau tulisan ini saya kirim ke Kompas, dimuat enggak ya? Saya ingin membuat tulisan sebagus tulisan Andrea Hirata. Tapi bagaimana kalau tulisan saya nantinya tidak bagus, jauh dari kualitas Andrea Hirata?Dan seterusnya!

Sebenarnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul dari otak kiri kita. Di mana fungsi otak kiri adalah sistematis, runut, penuh pertimbangan. Jika anda sulit memulai, bayangkan saja seperti ketika anda melihat baju-baju bagus di mall. Seketika itu juga anda pasti mempunyai pikiran untuk memiliki, memuji kebagusan baju tersebut. Inilah kerja otak kanan. Bagian otak ini merespon hal-hal yang terjadi ketika itu juga atau spontanitas tanpa mempertimbangkan dan menilai lebih jauh apakah baju itu mahal, apakah anda mempunyai uang yang cukup, apakah anda perlu untuk membelinya. Hal inilah yang seharusnya diterapkan ketika anda belajar menulis. Yaitu otak kanan dahulu baru otak kiri. Inilah hukum alam.

Memang, kecenderungan kita untuk “melawan hukum alam” ketika menulis sedikit banyaknya dipengaruhi oleh sistem pendidikan kita di sekolah. Sejak kecil, kita diajarkan oleh Guru Bahasa Indonesia bahwa menulis harus pakai kerangka karangan, harus mematuhi EYD, harus taat pada tata bahasa, dan seterusnya dan seterusnya. Ajaran seperti ini membuat kita berpikir bahwa menulis itu rumit, membingungkan, dan sulit untuk dipraktekkan.

Padahal sebenarnya, menulis itu sangat gampang! (seperti kata Arswendo Atmowiloto pada bukunya “Mengarang Itu Gampang!”). Bagaimana caranya agar gampang? Ya tentu saja dengan KEMBALI KE HUKUM ALAM. Kikislah habis “aliran sesat” yang diajarkan oleh guru kita di sekolah dulu. Mulai sekarang, menulislah dengan otak kanan dulu baru otak kiri.

Apapun yang menghantui anda dalam menulis, APAPUN itu, yang membuat tangan anda berhenti menulis, bengong, dan blank seketika, buang jauh-jauh. Perlu anda ketahui, teori dan kiat menulis dapat dipelajari sambil jalan. Yang penting praktekkan dulu. Jika anda terus menulis, maka sedikit demi sedikit anda akan menemukan gaya menulis anda sendiri. Dengan begitu, anda akan semakin mahir, ahli, dan mudah memahami teori dan kiat yang sudah anda pelajari.

Yang lebih penting lagi, untuk menjadi seorang penulis, anda juga harus peka dan sensitive dengan lingkungan anda. Sedikit apapun kejadian di sekitar anda yang dapat memunculkan inspirasi menulis, tulislah itu. Jika perlu, bawalah buku catatan kecil dan pulpen ke mana pun anda pergi. Semakin banyak inspirasi, semakin banyak anda menemukan kata-kata baru yang membuat tulisan anda tidak ‘garing’.

Selain itu, modal utama seorang penulis adalah rajin membaca. Bacalah buku apa pun. Jika anda tidak menyukainya, cukup dengan mencari kata atau kalimat yang anda rasa  butuhkan untuk tulisan anda. Dengan banyaknya kosa kata dan wawasan umum tersebut, tentunya hal itu akan menjadi referensi. Jika perlu, terjunlah langsung ke masyarakat untuk mencari data-data yang lebih akurat dan terpercaya.

Kalau pikiran anda masih blank, cobalah menulis tentang blank. Tulis saja ’saya lagi blank, tak tahu harus menulis apa, bingung harus ngapain. sudah disuruh menulis oleh Jonru tapi saya kok tetap blank juga ya?????’ Saya tidak percaya kalau Anda katakan tidak bisa. Yang penting, YAKINKAN DIRI, ‘Saya Bisa Menulis!’ Dengan keyakinan seperti itu, Insya Allah anda akan bisa menulis dengan lancar. Oke?!

 

Source:  http://ilmumahasiswa.com/

 
Leave a comment

Posted by on April 14, 2011 in Menulis

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: