RSS

Antara Aku dan Gerimis

26 May

Sebelum pena ini berujung menjadi sebuah kata, “Maaf Jikalau Aku Merindukan Mu”

Hari2 yg semakin menyempit tanpa suara jeritmu, dan senja yg limbung tanpa sampan geraman yg menepi

Yah, menyebalkan memang, saat kudapati kau takjua usang menghapus lindapnya hari2 ku yg sunyi, tak jua membumbung bersama rinduku

Tak ingin kudengar suaramu malam ini

Sebab gerimis dini kali, tlah membawa riuh dan gemuruh dalam dekapanku

Ketulusan ini pun mungkin takan bisa terbaca oleh ujung langit yang senantiasa menghablur dan meracau dalam benakku sekalipun.

Antara Aku dan Gerimis dini kali

Hanya seperti riuh yang asing

Yang tak lebih perdu dari denting nyawa rinduku.

Lalu kucoba menghirup suara angin

Sedalam ku mengecup kening sang lembayung yang redup dalam pandangan

Menunggu dan berbicara sendiri dengan kata-kata rindu yang kukulum seperti doa

Dan sesekali menundukan pandangan

Menumpahkan segala kandungan isi pada bumi yang ku pijak.

Maaf, sebab hanya angin yang dapat membaca rinduku

Sebab hanya tabur duka dan prasangka yang hening membawa ragaku

Antara Aku dan Gerimis

 
Leave a comment

Posted by on May 26, 2011 in Puisi

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: